
Malam semakin pekat
Sepi ini makin melekat
Ada pilu yang tak mampu terungkap
Hanya perih nan getir yang terus mendekap
Sebuah pertanyaan sulit yang tak mampu kujawab
Masih terus menghantui setiap sebab
Hanya keluh kesah sembari berharap
Hidup ini tak perlu selamanya jatuh terjerembab
Aku masih tersadar di batas impian dan harapan
Namun semua daya seakan dgn mudahnya tertelan
Oleh seribu satu macam alasan dan persoalan
Mencari secercah tatapan takdir yang sepadan
Oh Tuhan,
Hanya padaMu kutumpukan semua harapan
Malam semakin muram
Hati yang kecil nan ringkih ini semakin suram
Hanya guratan cahaya bintang menembus langit kelam
Menghapus sedikit karat pada bahtera hati yg mulai karam
Entah berapa galon air mata lagi yang harus kutumpahkan
Teringat banyak hal yg telah tersia-siakan
Ingin rasanya memekik sekencang-kencangnya
Namun suara pelan pun tak mau ternganga
Haruskah ini berjalan untuk selamanya?
Atau kah perlu 10,100,atau 1000 tahun lagi tuk mengubahnya?
Oh Tuhan Yang Maha Daya,
Bimbinglah mkhlukMu yang lemah ini keluar dr nestapa
Malam menjelang pagi
Semburat fajar menyeringai
Membangunkan semua makhluk fana dari buaian mimpi
Seiring harapan baru yang mulai menyingsing
Tapi....
Entah mengapa asa ini masih belum dapat bangun dan berdiri
Sedih dan sesal makin menghimpit
Menjerit pun tak ada yang peduli
Karna semua asyik sendiri
Tak hirau aku masih di sini..
Terpaku sendiri..
Dan masih berharap suatu saat kan terjadi..
Keajaiban dari Tuhan melalui sang bidadari..
Tuk bebaskan hati ini..
dari jerat pekatnya sepi...
Dan matahari pun terbit,
Penantian dan pencarian tak cukup sampai di sini...
KA Bangunkarta, 4 Maret 2012




