Perjalanan Ramadhan (Bagian 1-Sebuah Oleh-oleh dari Kota Apel)

Sudah sekitar seminggu lebih saya hiatus "diam-diam". Mungkin sebagian dari pembaca sekalian sudah merindukan postingan dari saya....:D atau tidak ada yang merindukan sama sekali :(. Hiatus saya kali ini adalah dalam rangka melakukan sebuah perjalanan atau petualangan ke 2 kota besar di Jawa Timur. Perjalanan ini adalah bentuk penyaluran salah satu hobi saya yaitu "backpacking", maklum saya merasakan kebosanan tingkat tinggi bila liburan puasa hanya digunakan untuk tidur-tiduran di rumah. Perjalanan ini saya sebut sebagai "Perjalanan Ramadhan" karena ya...perjalanan ini saya lakukan di bulan Ramadhan (lugu banget ya?) :D. Pada mulanya perjalananini sempat ditentang oleh ibunda tersayang, tapi setelah melalui negosiasi yang sulit dan ruwet (sampai nggak mudeng) akhirnya ibunda mengikhlaskan putra tergantengnya ini melakukan perjalanan luhur ini (heleh...).

Nah, sebagai blogger yang baik, saya juga tidak lupa membawa oleh-oleh untuk pembaca sekalian. Saya mempunyai 2 oleh-oleh yang akan saya bagi dalam empat bagian yaitu pada postingan ini dan postingan-postingan selanjutnya. Oleh-olehnya bukan berupa jajan, pakaian, sandal jepit, dan barang mewah lainnya. Oleh-oleh dari saya hanya berupa pengalaman dan informasi yang insyaAlloh bermanfaat bagi para pembaca setia OmongOpo.com semuanya.

Ok, kita mulai saja perjalanan kita kali ini. Siap? Ready? Go.....Brum...brum...brum....:D

Rabu, 17 September 2008, perjalanan saya mulai dari rumah saya di daerah Ngegong, kota Madiun. Semua perlengkapan dan perbekalan sudah saya siapkan sejak pagi habis sahur. Perlengkapan yang saya bawa dalam perjalanan kali ini adalah tas/ransel, jaket, HP + charger, dompet, topi, mp3 player, dan laptop. Sedangkan untuk perbekalannya, saya hanya membawa 3 lembar pakaian luar dan dalam, peralatan mandi terutama sikat gigi dan handuk. Saya memiliki beberapa tips dan saran sebelum anda memulai perjalanan, diantaranya adalah:

  1. Bila anda membawa uang yang banyak, sebaiknya jangan ditaruh di dompet atau saku celana. Taruh saja di lipatan pakaian ganti lalu dimasukkan ke ransel atau taruh uang anda di saku celana dalam (bila celana dalam anda mempunyai saku tentunya). Hal itu dilakukan agar bila dompet anda dicopet, anda tidak akan mengalami kerugian yang terlalu besar.
  2. Bila anda membawa surat-surat berharga seperti SIM, KTP, Kartu Mahasiswa, Kartu Pelajar, dsb, jangan menaruhnya di dompet anda. Simpan yang rapi di dalam ransel untuk mencegah hilangnya surat-surat berharga tadi bersama dengan dompet yang dicopet.
  3. Jangan membawa benda-benda berharga terlalu banyak. Bila terpaksa membawa, jangan terlalu kelihatan mencolok. Misalkan saja laptop, saya membungkusnya dengan pakaian-pakaian saya untuk mencegah goncangan dan memasukkannya di dalam ransel. Orang kemungkinan besar tidak akan mengira bahwa di dalam ransel saya ada laptop.
  4. Simpan HP di saku depan, jangan di saku celana biar susah dicopet.
  5. Pastikan battery HP sudah dalam keadaan full, jadi sebaiknya HP di-charge semalam suntuk pada malam sebelumnya.

Pada pukul 13.00, setelah sholat Dhuhur, saya bergegas ke terminal Madiun yang tidak begitu jauh dari rumah saya. Hari itu, suasana di terminal Madiun masih lengang sekali. Hanya terlihat 2-4 bus saja yang berlalu lalang. Maklum, hari itu masih belum banyak orang yang mudik ke kampung halamannya.

Setelah membayar karcis peron, saya langsung masuk dan mencari bus jurusan Surabaya. Karena budget kecil, saya memutuskan untuk naik bus ekonomi.Setelah sekitar 15 menit, akhirnya bus yang saya tunggu datang juga. Bus itu tampak sangat lengang, hanya ada 3 orang penumpang, 1 supir, 1 kernek, dan 1 kondektur. Baru setelah keluar dari terminal, penumpang bertambah banyak secara signifikan. Ternyata kebanyakan penumpang lebih memilih untuk mencegat bus di luar terminal.

Cukup dengan membayar Rp.13.000,- saya diantarkan bus itu ke Terminal Jombang. Saya sempat membeli sebuah peci seharga Rp.5.000,- di dalam bus. Fasilitas belanja di dalam bus inilah yang membuat bus ekonomi memiliki nilai lebih lain bila dibandingkan dengan bus eksekutif. Bagi anda yang ingin mengetahui miniatur dari realita kehidupan sebagian besar rakyat Indonesia ini, bisa dilihat saat anda menumpang di bus ekonomi. Jadi bagi para pejabat yang ingin dekat dengan rakyat, silahkan mencoba bus ekonomi, hehehe....

Sesampainya di terminal Jombang sekitar pukul 14.35, saya mencari bus Puspa Indah jurusan Malang.Busnya cukup kecil bila dibandingkan dengan bus yang saya tumpangi sebelumnya. Bus inilah yang kelak akan menemani saya menelusuri jalan-jalan menuju Malang yang berkelok-kelok dan naik turun. Dan perjalanan ini masih belum berakhir. Jadi tunggu kelanjutannya pada Perjalanan Ramadhan-Bagian 2, hanya di OmongOpo.com.


5 komentar to "Perjalanan Ramadhan (Bagian 1-Sebuah Oleh-oleh dari Kota Apel)"

  • wah seru juga melakukan perjalanan gt.. :D

  • wi topok ke malang gak bilang2...
    jahat reeekk....

  • @spydeeyk: ya begitulah...hehehe

    @widi: Saya sudah sms U kayaknya, tapi gak dibales2...apa salah nomor ya....?

  • gitu dong, update!
    keren ceritanya!
    penyampaiannya segar, lucu, dan gak bikin bosen. (kayak apa coba? kayak es dawet pake gas NO kali ya? segar dan bikin ketawa)

    celana dalamku pake gembok juga, fik, lebih aman!
    btw, kalau semua disimpan di ransel, ntar kalau ranselnya ilang, raib semua dong?

    ditunggu lanjutan kisahnya.

  • @marshmallow: Wow, baru lihat celana dalam kayak gitu...hehehe. Ya, tas ranselnya dibawa terus dunk...saya biasa tuh bawa ransel kemana2, bahkan ke toilet pun tas ransel itu selalu di punggung saya. Maklum ranselnya gak begitu besar kok.

Silahkan bercuap-cuap ria di sini. Biar lebih seru, pakai smiley/emoticon dengan meng-copy paste-kan kode di samping kanan gambar smiley/emoticon yang diinginkan.

Post a Comment

Baca Juga ya...

jual beli paypal indonesia

Chat and Talk

Berlangganan Artikel OmongOpo

Masukkan Alamat Email Anda:

Diantar Oleh FeedBurner

Blog Archive

Followers