Perjalanan Ramadhan (Bagian 2-Sebuah Oleh-oleh dari Kota Apel)

Pada bagian yang lalu, saya sudah menceritakan tentang perjalanan saya dari rumah hingga Terminal Jombang. Bagian ini, saya akan melanjutkan cerita perjalanan saya dari Jombang menuju ke Malang.

Perjalanan dari Jombang ke Malang ditempuh dalam waktu sekitar 3 jam dengan menggunakan bus mungil "Puspa Indah". Bagi yang baru pertama kali menuju ke Malang dengan menggunakan bus ini, saya sarankan membawa beberapa kantong plastik kecil untuk berjaga-jaga kalau mabuk di jalan atau bisa juga mengkonsumsi obat anti mabuk sebelum berangkat. Hal itu dikarenakan kondisi jalan menuju ke Malang dari Jombang berkelak-kelok dan naik turun. Maklumlah, Malang berada di daerah pegunungan, jadi untuk mencapainya kita harus naik gunung terlebih dahulu. Sebenarnya ada alternatif lain bila anda tidak mau melewati jalan berkelak-kelok itu, yaitu lewat Surabaya-Sidoarjo-Pasuruan-Malang. Namun ada beberapa hal yang membuat saya tidak memilih jalur tersebut, yaitu:

Bus Puspa Indah (sumber: www.batukota.go.id)

  1. Jarak tempuh lebih jauh, sehingga agak berat di ongkos. Uraiannya adalah sebagai berikut:
    - Dari Madiun-Jombang: Rp.13.000,- Jombang-Malang: Rp. 15.000,- Total: Rp. 28.000,-
    - Dari Madiun-Surabaya: Rp.20.000,- Surabaya-Malang: Rp.10.000,- Total: Rp.30.000,-
  2. Jalur Madiun-Jombang-Malang cuacanya gak begitu panas, bahkan cenderung dingin saat sudah memasuki daerah kab.Malang.
  3. Saya punya phobia dengan lumpur, jadi agak takut lewat Sidoarjo.

Namun, saran saya bagi para pemudik dengan kendaraan pribadi, harap berhati-hati jika memilih jalur Jombang-Malang, karena terdapat tebing-tebing yang curam di kanan atau kiri jalan dan ada pula daerah-daerah tertentu yang rawan longsor.

Sekitar pukul 18.00 WIB, saya sampai di terminal Landung Sari, Malang. Setelah berbuka puasa dan sholat Maghrib, saya dijemput oleh salah seorang teman yang mengundang saya dan berbaik hati meminjamkan kamar kos teman adiknya untuk saya. Semoga amal baiknya ini dibalas dengan lebih baik lagi oleh Alloh SWT, amin. Setelah sholat Isyak dan Tarawih, saya diajak teman saya untuk makan malam. Kebetulan sekali, saya belum sempat makan makanan berat waktu buka puasa tadi. Saya diajak ke sebuah warung kecil di daerah Dieng, Malang. Sayang saya lupa nama warungnya, yang jelas warung tersebut menyediakan beraneka macam makanan seperti: nasi goreng ati, nasi goreng mawut, cap jay, puyung hai, koloke, dan makanan lainnya yang serba digoreng. Jujur, saya bingung waktu disuruh memilih makanan mana yang hendak saya makan malam itu. Sebagian menu makanan itu belum pernah saya santap seperti nasi goreng mawut dan koloke. Akhirnya saya memutuskan untuk makan nasi goreng mawut dan teman saya pesan nasi goreng ati rempela. Esoknya saya juga berbuka puasa di tempat itu, hanya saja saya memesan seporsi koloke. Koloke itu mirip batagor dari Bandung, tapi beda banget rasanya...pembaca sekalian musti coba deh.

Waktu nasi goreng mawut dihidangkan, mata saya terbelalak kaget, karena porsi nasi goreng mawut ini sangat besar. Saking banyaknya, porsi nasi goreng mawut ini bisa dimakan oleh 2-3 orang. Apalagi harganya terbilang cukup murah yaitu hanya Rp.5.500,- per porsi. Saya merasa sangat kenyang setelah menyantap nasi goreng mawut ini. Wah, benar-benar makan besar hari ini. Apalagi bila Anda tertarik dengan Koloke, perut anda harus dikosongkan terlebih dahulu karena porsinya super duper besar. Tentunya dengan harga yang gak bikin kantong bolong juga, yaitu cuman Rp. 8.000,-/porsi. Hmmmm...Mak nyuss pemirsa....Hehehe.

Selama di Malang, saya mengunjungi beberapa tempat menarik seperti Selekta, Batu, dan sempat pula sholat Tarawih di Masjid Jami' Malang (arsitekturnya sangat memukau). Di Selekta saya sempat membeli beberapa keripik buah bersama teman saya. Saya membeli keripik rambutan, keripik nangka, dan keripik semangka. Sebenarnya saya juga ingin membeli beberapa buah strawberry pada saat itu, tapi saya dan teman saya tidak menemukan penjual strawberry satu pun di pinggir jalan menuju Selekta. Kata teman saya sih kalau ingin beli strawberry murah, beli saja di pasar dekat Fak. Kedokterab UNISMA (Universitas Islam Malang) pada jam 00.00-04.00 WIB (waduh...kayak ronda dunk).

Di Batu, saya dan teman saya hanya berhenti di taman dekat Masjid Agung Batu (maaf gak tahu namanya). Di situ saya bisa menikmati pemandangan kota dengan background pegunungan yang indah.

Sholat Tarawih di Masjid Jami' Malang memberikan kesan tersendiri bagi saya. Jujur saja, saya terpukau dengan arsitektur unik dari masjid ini. Masjid ini dibangun sekitar tahun 1906 dan sudah mengalami beberapa renovasi untuk mempercantik dan memperluas masjid. Salah satu keunikan masjid ini adalah letak tempat wudhu-nya yang berada di bawah (basement). Hal itu berbeda dengan masjid-masjid pada umumnya yang meletakkan tempat wudhu di samping atau belakang masjid.

Masjid Jami' 1910

Masjid Jami' Sekarang

Pengalaman ke Malang kali ini sungguh berkesan bagi saya. Apalagi saya sempat pula menghadiri acara buka bersama alumni SMAN 2 Madiun tahun 2006 dan bertemu kawan-kawan lama di sana. Dan akhirnya pada hari Minggu, 21 September 2008, perjalanan di Malang saya akhiri dan saya bersiap bertandang ke Surabaya untuk mengunjungi teman-teman yang kuliah di Surabaya. Perjalanan saya ke Surabaya akan saya ceritakan pada postingan berikutnya, So, jangan lupa besok baca OmongOpo.com lagi ya...

9 komentar:

Marshmallow said...

bagus banget mesjidnya, ya?

itu tiket bus, timbang beda dua ribu perak doang gitu lowh!
hihi!
iya, iya! ada alasan yang lain juga.

wah, mau dong nasgor dan kolokenya.
hmm... mak nyus pemirsa.

trendy said...

wah safari ramadhannya jauh2 ya!
wekekekekke!

orangndut said...

@Marshmallow: ya iyalah, masak ya iya donk...hehehe
Mau dibungkusin? Hehehe

@Trendy: ya jauh kalau dari rumahmu...hehehe

aha said...

oleh2nya jangan hanya postingan aja bos....he2...kirim ke sini sekali2

orangndut said...

@aha: Lha gampang ntar, tak kirim oleh-olehnya pake pesawat...pesawat telfon...hehehe

Cebong Ipiet said...

ck ck ck bener bener bakat jadi reporter mudik, saya rekomendasikan anda menjadi reporter mudik 2009
masjide apiiiiik

orangndut said...

@Cebong Ipiet: rencananya sie emang gitu mbak...tahun depan mau daftar jadi reporter mudik kampung di OmongOpo TV, do'ain ya? hehehe

rosyidi said...

wow murah banget nasi gorengnya. Oh ya sampe lupa. Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.

Soal lapindo, nyante aja lagi. insyaAllah aman koq saat ini. Bahaya kalo musim hujan. Sekarang kan belom.

agung92 said...

wah? malang ???

kota kelahiranku tercinnttah :)

Post a Comment