Sore itu, tanggal 21 September 2008 jam 16.00, saya meninggalkan bumi Malang yang sejuk itu untuk mengunjungi beberapa kawan di kota Pahlawan. Jaraknya memang lumayan jauh (sekitar 4 jam dari Malang) dan melewati kawasan yang membuat saya phobia, kawasan yang pernah menjadi objek wisata yang amat populer dan buruk sejak setahun silam, kawasan yang hingga saat ini masih tetap tergenang...itulah kawasan lumpur Sidoarjo :skt: Jujur saja, saya sempat menutup hidung dan mata saya selama melintasi kawasan tersebut. Kalau tidak begitu, mungkin saya bisa mengeluarkan keringat dingin dan bisa mabuk perjalanan :hoek:.
Adzan Maghrib telah berkumandang. Sayangnya, saya lupa untuk membawa bekal baik makanan maupun minuman untuk berbuka. Sehingga saya membatalkan berbuka dengan cara yang unik, yaitu mengutarakan beberapa kata kotor kepada Pak Kernek yang tidak bersegera memberi kembalian ongkos pada saya. Padahal di genggamannya sudah banyak uang receh yang lebih dari cukup untuk dijadikan kembalian. Kalau saat ini Pak Kernek yang saya maksud sedang membaca postingan ini, saya minta maaf ya, Pak. Khan udah Lebaran, jadi dimulai dari nol lagi ya, Pak...hehehe :pis: :slmn:
Tak berapa lama, ada pedagang asongan yang masuk ke bus dan menjajakan beberapa botol air mineral. Segera saja saya minta sebotol dan meneguknya hingga separuh habis. Alhamdulillah, akhirnya kerongkongan saya yang seharian ini kekeringan sudah basah dan badan saya menjadi segar kembali, dan itulah nikmatnya berpuasa.
Pukul 19.00 WIB, saya tiba di terminal Bungurasih dan memburu bus kota yang menuju ke terminal Bratang. Meskipun berdesakan, saya masih bersyukur karena saya masih kebagian bus terakhir yang menuju ke Bratang. Sampai di Bratang sekitar pukul 19.35 WIB dan saya terpaksa tidak bisa menghadiri jama'ah sholat Tharawih pada malam itu. Sesampai di Bratang, ternyata kawan saya yang hendak menjemput belum menampakkan diri. Saya coba sms tidak dibalas, saya telpon juga tidak diangkat, ah daripada BeTe' dan nggrundel tidak karuan mending mengisi perut dahulu ke warung di dekat terminal. Sepiring nasi rawon dan segelas air putih sudah cukup mengenyangkan perut buncit saya. Entah karena bumbu-bumbunya atau karena perut kosong, hidangan nasi rawon itu mampu menyihir lidah saya supaya terus menari dengan riangnya hingga tak terasa, hanya dalam beberapa menit, sepiring nasi rawon itu sudah lenyap tak bebekas, tinggal piring dan sendoknya saja.
Setelah puas mengisi perut, saya menunggu kawan saya dengan harap-harap cemas. Jangan-jangan dia lupa kalau sore ini dia sudah berjanji untuk menjemput di terminal Bratang. Wah, kalau benar-benar lupa, ya apes lah karena harus bermalam di terminal dengan ratusan nyamuk yang dengan gigih menjajah tubuh ini sejak makan di warung tadi. Akhirnya ada sms masuk dari kawan saya kalau dia akan segera berangkat untuk menjemput saya di Bratang dan meminta maaf karena terlambat merespon sms saya sebelumnya. Huffff...lega.
Selama 3 hari saya menginap di kosan kawan saya itu. Tidak banyak tempat yang saya kunjungi di kota Pahlawan itu. Hal itu dikarenakan cuaca yang amat panas pada bulan itu. Apalagi saya sedang berpuasa, takut mengganggu puasa saya. Meskipun begitu, saya sempatkan diri bersama kawan-kawan cuci mata di Mal terbesar di Surabaya yaitu Tunjungan Plaza. Satu hal yang unik dan berkesan pada saat saya ber-cuci mata di Tunjungan Plaza adalah toko "Jepang"-nya (sayang saya lupa nama tokonya). Di toko itu dijual beraneka produk dari negeri Sakura, seperti mainan, hiasan, perlengkapan tulis menulis, odol, sabun, dsb. Semua itu dijual dengan harga yang sama yaitu Rp.20.000,- untuk setiap item. Untuk pembuktiannya biar tidak dikira hoax, silahkan melihat-lihat foto-foto yang saya ambil dengan sembunyi-sembunyi berikut ini: :mlg:
Setelah puas cuci mata di beberapa stand dan toko di Tunjungan Plaza, kami mengadakan makan malam bersama di Pizza Hut. Dan dengan tidak bermaksud meng-iming-iming-i Anda, saya sempat mengambil salah satu hidangan pizza yang kami babat habis bersama-sama. :hi:
Mak Nyuss Pemirsa....hehehe
Setelah makan, kami pulang. Dalam perjalanan pulang ke kos, saya sempat diajak berkeliling kota Surabaya yang semarak di malam hari. Sayangnya saya tidak sempat mengabadikannya. :hiks:
Hari Rabu, 24 September 2008, saya mengakhiri petualangan saya di Surabaya yang sekaligus mengakhiri Perjalanan Ramadhan saya. Perjalanan yang penuh tantangan dan penuh pelajaran. Dan tantangan dalam perjalanan kembali ke Madiun ini adalah yang terberat bagi saya. Saya harus pulang ke Madiun dengan naik KA dan dengan tempat duduk yang "paling nyaman" (baca: bebas tempat duduk). Apalagi perjalanan ke Madiun itu memakan waktu 4 jam dan saya berangkat jam 11 siang dari stasiun Gubeng. Ditambah lagi cuaca sangat terik pada saat itu :pns:. Maksud hati sih ingin pulang ke Madiun dengan cara yang berbeda karena bosan naik bus melulu. Eh, tidak tahunya dapat "rejeki nomplok" sepeti itu. Walhasil, sesampai di rumah saya benar-benar lemas dan mengalami dehidrasi yang lumayan parah. Untung saja saya tidak membatalkan puasa pada hari itu. Ya, semoga saja puasa saya tidak sia-sia dan diterima oleh Alloh SWT. Amin...:pray: Dan sampai jumpa di Perjalanan-perjalanan saya berikutnya.
Special Thanks to:
- Alloh SWT yang telah memberi kekuatan kepada saya sehingga bisa melalui semua hambatan dan rintangan selama melakukan perjalanan ini.
- Adila, Alvian, dan Ade yang telah sudi menerima saya untuk menginap gratis selama 5 hari 4 malam selama di Malang. (By the way, singlet saya dah ketemu pa belum? :hi:)
- Reza, Dimas, dan Yama yang sudi menerima saya untuk menginap di kost-nya selama di Surabaya. (Kalau ini gak gratis sayangnya....hehehe :pis:)
10 komentar:
begh begh kok ndak sekalian di rapel aja ama Ramadhan taon depan
Maaf nih..komentarnya diluar artikel...
Saya hanya ingin menindaklanjuti tentang kesedianaan Anda membantu saya untuk me-redirect domain...
Boleh tau caranya gimana...dan bilamana tidak keberatan bisa juga kirim email ke saya yopan911@gmail.com.
Makasih banyak sebelumnya ya' mas..
ngiler.. liat pizza nya.. :ggi:
:clp: panjang juga ceritanya... makan2 mulu kayaknya, untung nggak batal puasa ya bos.. he2
hayooo mana oleh2nya nih :big:
ngeces neh liat pizzanya
wekekekekek!
kok bisa ke alpaan kayak gini!
wkeekke!
jadi laper nih lihat pizza nya :chrm:
Mas Taufik..
Saya sudah kirimkan data yang dibutuhkan ke email Anda..
Terimakasih banyak atas segala bantuannya dan kesediaannya.
Lho ngapain pake tutup hidung? kan gak bau.
Gak tau kalo sekarang, yg jelas aku terakir kali lewat sana gak bau koq.
Post a Comment