Tangisan Memilukan di Gaza

Tidakkah kau dengar kawan? Tangisan dan jeritan pilu itu. Anak-anak kembali harus kehilangan bapak dan ibunya, dan para orang tua harus kehilangan buah hatinya. Tidakkah kau lihat kawan? Bangunan rumah, kantor, dan universitas-universitas dihancurkan sehingga banyak saudara kita yang kehilangan tempat berteduh, mencari penghidupan, dan menuntut ilmu. Tidakkah kau rasakan kawan bagaimana bila ini terjadi di sekitarmu :

Jejak Kejahatan Israel di Jalur Gaza (sumber : kompas.com)

Juni 1967: Israel mencaplok Jalur Gaza yang sebelumnya dikuasai oleh Mesir selama perang. Menurut sensus Israel saat itu, populasi penduduk di Jalur Gaza hanya 380.000 jiwa, dan setengahnya merupakan pengungsi dari Israel. Saat ini, populasi di wilayah seluas 360 km persegi tersebut mencapai 1,5 juta jiwa, dengan jumlah pengungsi beserta keluarganya mencapai 1 juta jiwa.

Desember 1987: Perselisihan di kamp pengungsi Jebaliya memicu pemberontakan warga Palestina, yang berakhir pada tahun 1993. Kelompok militan Islam Hamas merupakan yang pertama kali muncul pada masa-masa awal pemberontakan.

September 2005: Israel menarik pasukannya beserta 8.500 pendatang Yahudi dari Jalur Gaza. Namun, Israel tetap menguasai wilayah udara, perairan di garis pantai, dan perbatasan. Hal ini menyebabkan ahli-ahli hukum Palestina dan beberapa dari Israel menuduh Israel masih menduduki Jalur Gaza.

Juni 2007: Hamas mengambil alih Jalur Gaza dari tangan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Juni 2008: Kelompok militan Hamas dan Israel sepakat untuk melakukan gencatan senjata untuk menghentikan pertempuran.

November 2008: Hamas kembali melontarkan roket dan mortir ke wilayah Israel sebagai balasan serangan mendadak yang dilancarkan Israel beberapa saat setelah perjanjian gencatan senjata berakhir.

27 Desember 2008: Israel membombardir Jalur Gaza, dan menyebabkan lebih dari 200 warga Palestina tewas pada hari pertama penyerangan. Korban tewas hingga Senin mencapai lebih dari 300 orang.

Itu hanya sobekan luka kecil yang diketahui dunia. Mungkin ada ratusan peristiwa jahat yang melanda saudara-saudara kita di Gaza. Mungkin bila di antara kita berkeberatan untuk menyumbang jiwa dan harta, aku tak dapat memaksa. Namun, bila berkeberatan untuk menyumbang doa saja, sungguh aku heran, dimanakah hati nurani itu. Apakah sudah habis tergadaikan demi gemerlap dunia yang fana ini? Ya, minimal doa saja, aku memintamu....

Terima kasih bila Anda berkenan membaca tulisan ini.

NB: Tulisan ini sengaja saya buat untuk mengingatkan kita akan peristiwa kelam di tahun baru Hijriah ini. Peristiwa yang saya sebut sebagai tragedi kemanusiaan paling jahat dalam 10 tahun ini. Semoga ini bisa mengetuk hati kita semua untuk lebih peduli terhadap sesama. Bagi yang tahu cara menyalurkan sumbangan ke Palestina yang terpercaya, silahkan mengisi komentar di bawah ini. Terima kasih.

7 komentar:

tetap belajar said...

Mudah-mudahan bisa sedikit membantu, biasanya sumbangan untuk Palestina di alamatkan ke sini : http://www.kispa.org

Ini website KISPA ( Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina )

4ditya92 said...

Yah sebaiknya kita doakan saja agar perng itu cepat usai

karebed said...

wah sangat-sangatlah mempriharinkan mari kita masih bersyukur hidup dinegara ini waulupun masih acak adauln

Mampir Ngombe said...

Subhanallah....

Semoga Allah menahan kekuatan orang-orang kafir dan Allah yang lebih kuat dan lebih sangat siksaNya. Ya Tuhan yang Maha Pemelihara dan Maha Pemberi Keselamatan.

rifa said...

kapan perang itu akan berakhi???

h@mz@# boy said...

Semoga Perang itu dapat segera selesai karena saya tidak tega lihat anak-anak tidak sangkut pautnya

met knalan, i'm from surabaya, pleaze komment back

taman nasional ujung kulon said...

Semoga perang cepat berakhir, lebih banyak madharatnya di bandingkan manfaatnya.

Post a Comment