GLITCH : Film Science Fiction Pertama Indonesia

Saya benar-benar kaget, lega dan terpesona :scream:ketika pertama kali tahu adanya film yang cenderung melawan arus perfilman Indonesia sekarang ini. Betapa tidak, setelah sekian lama kita senantiasa dijejali dengan film-film Indonesia yang ber-genre Horor, Komedi Seksual, dan Drama aneh yang umumnya sampah, kini akhirnya ada sutradara yang berani membuat film dengan genre science fiction. Film tersebut adalah GLITCH.

Berikut adalah sinopsis dari film ini disertai dengan detil filmnya::antok:
Tanggal 26 Desember 2004, 01.58 WIB, 6 jam sebelum tsunami, terjadi berbagai kekacauan waktu (time glitch) di berbagai belahan dunia

Andi, Dara dan teten sedang dalam acara liburan mereka pada dini hari yang naas tersebut dan dalam perjalanan pulang ke Cibubur. Sesaat setelah melewatisuatu kabut yang tipis, mereka mulai tidak mengenali daerah yang mereka lalui. Dalam kebingungan mereka mulai memperlambat laju kendaraan mereka dan mulai meneliti keberadaan mereka. Apa yang mereka lihat kemudian adalah suatu hal yang tidak dapat diterima secara akal sehat. Dibawah sorotan sinar lampu mobil, berdiri megah Jam Gadang Bukittinggi, yang jaraknya kurang lebih 1008 km dari Jakarta. Mereka ada di tengah kota Bukittinggi padahal sesaat yang lalu mereka masih di Cibubur.

Berbagai kejadian aneh setelah peristiwa tersebut membuat para mahasiswa ini kalang kabut menghadapi situasi yang rasanya tidak nyata. Kelelahan fisik dan mental ini membuat Andi, mahasiswa Nagoya University Jepang meminta bantuan Prof. David Leman yang memang ahli dalam Quantum Physic Research Nagoya untuk datang ke Indonesia. Dengan bantuan David, mereka mencoba memecahkan misteri yang menimpa Andi dan teman-temannya. Satu hal yang mereka ketahui adalah konon pada jaman dahulu kala leluhur mereka seperti ali Songo dll mempunyai kesaktian dapat pergi ke tempat lain atau mereka mempunyai sebuah “vortex” atau lorong waktu yang dapat mereka lewati. Pemikiran Teten yang menggelikan, Andi yang tidak percaya pada mistik serta semangat Dara, sangat membantu Prof. David untuk tetap maju menyibak tabir teori yang diperkirakan bersinggungan dengan relativitas waktu Einstein ini

Setelah melalui berbagai macam perjuangan, akhirnya mereka menemukan dimana letak vortex ini. Satu hal yang mengejutkan adalah vortex ini juga terletak diatas lembah dan jurang yang amat dalam, sehingga meloncat ke vortex juga berarti bunuh diri. Bagaimana cara Andi, Dara dan teten untuk kembali ke dunia mereka? Mungkinkah sebenarnya pada tanggal 26 Desember gempa yang melanda Aceh adalah sebuah usaha bumi untuk malahan memperbaiki kesalahan waktu yang sudah terlalu jauh bergeser?

Film Detail :konslet::
Genre: Science Fiction
Produksi: Dapoer 711
Produser: Dewi Poernomo
Starring: Andhika Pratama, Ikhsan Samiaji, Fikha Effendi, dan Amanda Faried
Directed by: David Poernomo
Written by: David Poernomo
Release Date: Kamis, 29 Januari 2009

Trailer :music::

video

Semoga saja semua penonton Indonesia juga tertarik menontonnya.Mari bersama-sama kita majukan film Indonesia dengan menontonnya di bioskop-bioskop kesayangan kita :okay:. Jangan beli yang bajakan ya?!:sobrakana:

16 komentar:

Cebong Ipiet said...

wehehehehe baca sinopsis nya aja, xixixi jarang nonton pilem

andisukry said...

wah kayaknya pilemna bagus neh, mau cari bajakannya dulu ahh :)

Petani said...

Wah akhirnya ketemu juga yah jalan itu,

syukurlah sukss untuk anda, tambah keren tuh blognya

sumintar.com

thegands said...

saya jadi penasaran cara mereka kembali ke dunia nyata... hm.... segera neh meluncur bulan february(soalnya gaji blon cair :( ) beli dvd non bajakannya..

Marshmallow said...

wow! jadi penasaran.
sci fi memang sama sekali bukan film yang mudah dibandingkan genre film lainnya, termasuk dalam hal penulisan skenario dan penggarapannya. maka tak heran kalau sineas indonesia belum berani menggarap film sejenis. penulis sci fi selain harus berimajinasi tinggi, juga musti kuat dasar ilmu pengetahuannya dan bersedia eksplorasi yang dalam agar idenya nggak malah jadi konyol.

sebagai terobosan baru, film ini pantas mendapat apresiasi dari kita para penikmat film lokal.

spydeeyk said...

hmmm.., tunggu DVD original di rental.., (dasar.., kwakwakwakwa..)

pakdejack said...

jadi penasaran juga ama film ini..

agung92 said...

wwwwoowww,, mantap ..
masih ada ga di bioskop?

heddy said...

jadi panas nih...panasaran mode ON

galih said...

kok belum muncul ya di palembang...
heheheheh

raito666 said...

Oh..... gitu tho critanya.
Gak sabar pengen nonton nih,,

Besok jadi gk Bos???

neta said...

semoga bisa jadi penyegar per-pileman indonesia

ndop said...

covernya itu loh, kayak pelem luar negeri... hehehe...

Edi Psw said...

Kayaknya menarik ya?

bocah gatel said...

wedyaaaan...
keren banget idenya...
kapan tayang ya..???

m@n!s naomi said...

nice..., infonya Bang~ u_u'

Post a Comment