Sebuah Catatan Akhir UTS Ganjil 2009

Cerita ini saya tulis saat pikiran saya sudah mentok alias gak ada ide lagi buat ngerjain soal ujian Akuntansi Keuangan Lanjutan pada UTS kali ini.

Entah kenapa mendung hari ini agak enggan menyapa. Namun suhu udara masih membuat tubuhku menggigil. Apalagi waktu kulihat soal ujian Akuntansi Keuangan Lanjutan yang makin lama makin membuat bulu kudukku berdiri. Hmmmh...

Kucoba menggoreskan isi penaku di kertas folio putih bergaris itu. Aku mulai pening oleh rentetan angka yang tak tahu kemana rimbanya. Sejenak kutenangkan diri ini agar dingin siang ini tak menggerayangi dan mempicikkan pikiranku.

Benar saja, setelah diriku tenang, seakan-akan pena ini bergerak sendiri dengan lincahnya. Entah daya magis mana yang membuatnya seperti itu.

Tak terasa 2 jam telah kulalui. Tibalah penaku pada soal terakhir. Mulanya penaku tanpa halangan melibas setiap ayat transaksi yang aneh itu. Namun tiba-tiba penaku terhenti saat aku menyadari bahwa neraca konsolidasian yang aku susun tidak balance antara kedua sisinya. Aku ternganga tak percaya. Keringat dingin kembali mengucur di seluruh tubuhku. Hari yang dingin makin terasa dingin.

Aku berhenti sejenak. Mencoba merenungi kembali apa yang terlupakan olehku. Rasanya tak ada yang terlupa, namun masih saja ada yang mengganjal. Kucoba menghitung ulang. Dan kudapati bahwasannya neraca tersebut akan balance kalau perhitungannya sedikit menyimpang dari azas. Wah, makin kacau pikiran ini. Aku harus membuat keputusan antara yang benar tetapi kelihatannya salah atau yang salah tapi kelihatannya benar. Benar tapi tidak balance, atau balance tapi tidak benar? Padahal dosenku bilang kalau yang balance itu belum tentu benar dan yang gak balance itu pastilah salah. Kepala ini terasa mau pecah saja karena perdebatan pemikiran itu. Akhirnya dengan segala konsekuensi dan resikonya, aku memilih untuk mem-balance-kan jawabanku. Memang itu tidak sah namun paling tidak terlihat benar pada waktu diperiksa secara sepintas. Semoga saja dosenku baik hati dan mau memaklumi kegalauan hatiku ini. Amin.

Begitulah sepenggal kisah hari terakhir UTS Ganjil 2009 ini. Saya mohon maaf kepada teman-teman pengunjung sekalian apabila tidak merespon request-request-nya selama beberapa minggu ini. Insya Alloh saya akan kembali aktif nge-blog lagi mulai hari ini. Tapi saya tak menjamin 100% akan bisa nge-blog setiap hari seperti dulu lagi karena banyaknya tugas kuliah dan sebagainya.


11 komentar to "Sebuah Catatan Akhir UTS Ganjil 2009"

Silahkan bercuap-cuap ria di sini. Biar lebih seru, pakai smiley/emoticon dengan meng-copy paste-kan kode di samping kanan gambar smiley/emoticon yang diinginkan.

Post a Comment

Baca Juga ya...

jual beli paypal indonesia

Chat and Talk

Berlangganan Artikel OmongOpo

Masukkan Alamat Email Anda:

Diantar Oleh FeedBurner

Blog Archive

Followers