JagadXCode: Petualangan Mencari Flashdisk

Kemarin saya nomat (nonton hemat) bareng kawan saya. Kebetulan di bioskop yang saya tuju sedang memutar film yang paling saya tunggu bulan ini, yaitu “JagadXCode” (baca dalam ejaan Indonesia=Jagad Kali Code). Tanpa ba bi bu dan ta ti tu lagi, saya langsung menyuruh kawan saya untuk membeli tiket. Untunglah kawan saya penurut, jadi lumayan gampang disuruh-suruh….hehehe.

Jam setengah delapan kurang 15 menit (nah lo..jam berapa tuh), suara seorang mbak-mbak yang merdu tiba-tiba memecahkan lamunan gak jelasku. Dengan halus mbak itu berkata, “Teater 4 sudah dibuka. Pengunjung yang sudah membeli tiket silahkan memasuki ruangan teater 4….ting tung..”. Sontak dengan semangat membara saya dan kawan saya segera melangkahkan kaki di bioskop no.4.

Tiba-tiba semangat saya mengendur ketika memasuki bioskop no.4. “Lha kok yang nonton sedikit banget ya?” Tanya kawan saya polos. Wah, saya mulai was-was, jangan-jangan filmnya jelek…wah bisa rugi 15 ribu rupiah nih. Saya berusaha tetap tenang dan duduk di tempat duduk yang sudah kami pesan.

10 menit kemudian film dimulai. Saya deg-degan tapi gak sampai jantungan. Was-was kalau-kalau filmnya gak sesuai harapan. Scene pertama mulai muncul. Ada adegan tontonan Kethek Ogleng (atau Topeng Monyet) di sebuah kampung di pinggir kali. Tiba-tiba pertunjukan topeng monyet itu menjadi heboh gara-gara monyetnya kabur (nah lho…jangan-jangan monyetnya sekarang lagi baca blog ini…hehehe). Adegan berlanjut semakin seru ketika Ringgo Agus Rahman (Jagad) dan Mario Irwiensyah (Bayu) berusaha mengejar Monyet tersebut. Tiba-tiba Opi Bahtiar (Gareng) teriak-teriak keluar kamar mandi gara-gara melihat monyet itu memasuki kamar mandinya, padahal saat itu dia sedang asyik-asyiknya buang hajat. Gareng berinisiatif buang hajat di dekat pohon pisang, eh tiba-tiba waktu lagi menikmati panggilan alam itu, kulit pisang nemplok di kepalanya dan ternyata si monyet tadi sudah ada di pohon pisang dekat tempat “bersemedinya”. Sontak saja dia berteriak lagi sehingga memancing kedatangan para warga. Jagad berusaha membuat monyet itu turun dari pohon dengan bahasa monyet yang aneh. Walhasil kulit pisanglah yang mendarat di wajah culunnya. Lalu giliran bayu yang puny aide brilian. Dia mencoba mengambil handuk di sekitarnya dan menangkap monyet dengan handuk itu. Berhasil, warga tertawa girang…eh, tiba-tiba ada cewek super tambun datang. Tanpa ba bi bu, dia meminta handuk (yang berisi monyet) itu dengan paksa dan membawanya ke kamar mandi. Beberapa detik kemudian kamar mandi jadi gaduh tak karuan dan terdengar suara cewek dan monyet yang shock setengah mati.

Itulah sebagian pembuka film awal JagadXCode (baca= Jagad Kali Code) yang membuat saya terpingkal-pingkal. Tidak hanya itu, asih banyak adegan yang lucu dan konyol dalam film ini sehingga cocok buat senam wajah dan perut.

Film komedi yang bersetting di kawasan Kali Code, Yogyakarta ini berkisah tentang misi pencarian flash disk bernilai 30 juta. Misi ini melibatkan tiga sahabat yaitu Jagad (Ringgo), Bayu (Mario), dan Gareng (Opi), pemuda pengangguran dari kampung Kali Code. Misi menjadi menggelikan ketika tidak satu pun dari mereka yang mengetahui seperti apa flashdisk itu. Bahkan alat rias yang bermerk Ladies mereka anggap sebagai merk Flashdisk.

Misi tersebut juga telah mempertemukan ketiga sahabat ini dengan anak seorang pejabat bernama Regina(Tika Putri), seorang cewek klepto yang minggat dari rumahnya karena yang tidak betah dengan sikap ayahnya yang tidak memperhatikan dirinya. Konflik timbul saat Regina diculik oleh Preman gara-gara dituduh mengambil flashdisk dari ketiga sahabat tadi. Film besutan Herwin Novianto ini bukan sekedar film komedi kosong. Film ini lucu dan konyol namun masih memiliki muatan dan pesan moral yang tinggi. Apalagi didukung dengan seniman-seniman kenamaan dari kota Gudeg seperti Didik Ninitowok, Butet Kertarajasa, Yati Pesek, dan sebagainya, semakin membuat semarak film berdurasi 95 menit ini. Pokoknya gak nyesel dah beli karcis bioskop yang menyita jatah makan malamku itu…hehehe.

Lihat trailer-nya di sini biar tahu jenakanya film ini.

video

8 komentar:

agus ringgo said...

wakakakak..ada kembaran ku di pideonya..ihihih..

agung92 said...

wahhh ,,. kayaknya asikkk :clp:

Marshmallow said...

huehehe... lagi suka banget nonton dan membuat resensi film ya, fik?
kayaknya ceritanya seru tuh.
direkomendasikan, nggak?
kalau taufik nggak nyesel, berarti worth watching banget dong, ya?

Edi Psw said...

Saya komen dua kali koq nggak masuk ya?
Apakah dimoderasi?

OrangNdut said...

@agus ringgo: wew...
@agung92: Asyik banget...makannya ditonton ya?
@Marshmallow: Recomended banget, mbak. Tapi sakit perut gak ditanggung lho...:ha:
@Edi Psw: Coba lagi pak,jangan menyerah...hehehe Emang kotak kumen saya nih kadang2 aneh. Jadi mohon kesabarannya ya, Pak?

ali said...

apik ga?

thimbu said...

kayak harus nonton nih :chk:

ayu said...

filim ini emang lucu abis, bikin ngakak dari awal mpe akhir dan settingan tempatnya bener2 yang jogja banget gt dey, film yang layak untuk ditonton !

Post a Comment