Anak umur belasan tahun terutama usia SMP dan SMA menjadi mangsa yang mudah diperdaya predator online. Pelaku kejahatan siber ini makin aktif mengintai mangsa dengan mulai masuk ranah pergaulan di jejaring sosial.
Harian Kompas (8/2/2010) menuliskan aktivitas anak/remaja Indonesia di internet kini terus meningkat. Berdasarkan hasil riset Yahoo! di Indonesia yang bekerja sama dengan Taylor Nelson Sofres pada tahun 2009, pengguna terbesar internet adalah remaja usia 15-19 tahun, sebesar 64 persen. Jika didasarkan pada UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, usia 0-18 tahun tergolong usia anak-anak. Sebanyak 53 persen dari kalangan remaja itu mengakses internet melalui warung internet (warnet), sementara sebanyak 19 persen mengakses via telepon seluler.
Data ini menunjukkan dengan sangat gamblang, terutama kepada orangtua, untuk lebih waspada merespons aktivitas anak melalui internet. Apalagi saat ini ponsel murah yang langsung terkoneksi dengan Facebook, misalnya, semakin mudah didapatkan.
Agar anak dan orangtua lebih aman berinternet, ikuti cara berikut ini:
Posisi komputer di zona aman
Tempatkan komputer di ruang yang mudah dipantau oleh orangtua. Dengan begitu anak tidak asik sendirian tanpa pengawasan. Jangan biasakan anak berinternet di kamar pribadi yang tak mudah diawasi.
Pasang piranti khusus di komputer
Pasang pengaman untuk membatasi anak agar tidak mengakses situs yang tidak layak. Piranti lunak dapat diunduh secara gratis di situs www1.k9webprotection.com dan www.kidrocket.com
Berikan ponsel tanpa internet
Ketegasan tetap perlu meski saat ini ponsel murah yang memberikan tawaran menggiurkan terkait akses internet semakin marak saja.
Ajarkan etiket berinternet
Jika anak berinternet, pastikan Anda sebagai orangtua untuk mendampingi, memberi batasan waktu, mengajari perilaku berinternet yang baik, dan menjelaskan aturan penggunaannya.
Aktif di jejaring sosial anak
Ikulah interaksi anak dalam jejaring sosialnya untuk mengontrol aktivitas dan teman-teman anak. Untuk menjalani kegiatan ini lebih baik orangtua berhati-hati, jangan terlalu mengintervensi, karena bagaimanapun anak punya privasi. Fungsi orangtua adalah sebagai pengawas jika melihat gelagat yang tidak beres.
C1-10
Editor: din
Sumber: Kompas Cetak
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Popular Posts
Blog Archive
Bloglist
- All Problem
- Baitul Fikr
- Blog AkangJuned
- Blog dari Australia
- Blog Gatel Garuk
- Blog Sekitarkita
- Blognya Abu Aufa
- Blognya Afwan Auliyar
- Blognya Aganix
- Blognya Agung92
- Blognya Aha
- Blognya Andi Sukri
- Blognya Andi Thimbu
- Blognya Bocah
- Blognya Cebonk Ipiet
- Blognya Crishartanto
- Blognya Cristian Sugiono
- Blognya Deady
- Blognya Eviendo
- Blognya Giovanni
- Blognya Heddy
- Blognya Kipram
- Blognya Kurosystem
- Blognya Luna Maya
- Blognya Ndop
- Blognya NyapNyap
- Blognya Pak Edi Psw.
- Blognya Pak Yopan
- Blognya Panda
- Blognya Petani Internet
- Blognya Reza
- Blognya Sandra Dewi
- Blognya Sherina Munaf
- Blognya Spydeeyk
- Blognya The Gands
- Blognya Trendy
- Blognya Trezee
- Blognya Tukang Sapu Radio
- Blognya Xitalho
- Keuangan Negara
- Pasang Iklan Gratis
- Sastrakuntansi
- Tetap Belajar
- Your-Answer-See
1 komentar:
:kk::rr:
Post a Comment